Iklan

logo

smart biz mogivato konveksi

Link Banner

Empu Ngadeni Sang Pembuat Keris Dan Pemberi Nama Jawa Orang Tua Barack Obama


 

Karangmojo (AuraGunungkidul.com)-- Keris, merupakan sebagai budaya Jawa warisan para leluhur. Hingga sekarang Keris masih terjaga kelestariannya. Biasanya Keris digunakan sebagai hiasan, pusaka,dan perlengkapan pakaian Jawa.

Di Indonesia sendiri, khususnya di tanah Jawa masih banyak para pengrajin, maupun empu pembuat Keris. Salah satu empu yang masih bertahan dalam membuat keris secara baik, yakni Empu Ngadeni. Ia tinggal di Padukuhan Grogol II, Kalurahan Bejiharjo, Kapanewon Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul,Daerah Istimewa Yogyakarta.

Empu Ngadeni lahir pada tanggal,6 Juni 1933. Kakek berusia 87 tahun itu tinggal di sebuah rumah sederhana bersama  istri dan anaknya. Beliau dikenal sangat ramah. Setiap tamu yang datang ke rumahnya ia selalu memberikan sajian wedangan khas pedesaan.

"Monggo tindak mlebet Sugeng rawuh wonten gubuk Kulo,"Mari masuk selamat datang di rumah saya", Sambut Ngadeni saat di temui oleh AuraGunungkidul.com dan Smtourtravel.online(05/11/2020)



Sesaat setelah kami duduk,ia memperlihatkan salah satu keris hasil karya kepada kami. Ketika ada pesanan keris Ngadeni tidak mematok waktu dalam membuat keris tersebut. Keris-keris yang dibuat olehnya sudah banyak diminati  masyarakat luas  dari berbagai daerah seperti Jawa barat, Jawa timur, Sumatera, Kalimantan bahkan sampai di exspor ke luar negeri seperti Jepang, Singapura, Amerika dan masih banyak lagi.

"Dalam membuat keris tidak bisa sembarang waktunya,dan harus sabar serta persiapan yang matang, karena sesuatu yang dilakukan dengan sabar pasti hasilnya juga akan baik", Paparnya.

"Setiap pembuatan keris biasanya membutuhkan waktu 2 Minggu hingga satu bulan tergantung tingkat kesulitannya, tiap satu keris dibandrol 3-5 juta rupiah", imbuhnya.



Tak sampai disitu saja pada era 80-an Empu Ngadeni juga dipercaya untuk membuatkan pesanan keris dari ayah dan ibunya mantan presiden Amerika Barack Obama. Ayahnya memesan keris Sri gunung mas dan ibunya memesan keris Ann Dunham yang berupa patrem.

"Dulu waktu ketemu dengan saya ayah dan ibunya minta dibuatkan keris dan juga ia minta diberikan nama jawa. Untuk ibunya saya beri nama Lina Wati dan ayahnya saya beri nama Kromo",Terang Ngadeni.

"Saya juga mendapatkan amanah untuk membuatkan keris Sri Sultan HB IX, saat itu beliau minta dibuatkan keris liuk sembilan saya juga mendapat mandat dari Kanjeng Sultan untuk meneruskan profesi sebagai seorang Empu dan menjaga budaya Jawa supaya tetap lestari", sahutnya.

(Hermawan)

Posting Komentar

0 Komentar