Iklan

logo

smart biz mogivato konveksi

Link Banner

Purwanto Pemilik Wayang Tertua Sejak Era Sultan Agung




Gunungkidul, (AuraGunungkidul.com) - -Tidak disangka, beberapa wayang kulit peninggalan era Kanjeng Sultan Agung, HB I - HB V (Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat) dan PB I - PB IV (Kasunanan Surakarta) masih lestari di tangan seorang dalang, sekaligus seorang pengrajin tatah sungging wayang kulit, kayu rancakan gamelan dan gawang kelir pertunjukan wayang yang bernama Purwanto.

Saat ditemui di kediamannya yang menjadi studio berkeseniannya, Kerdon RT/RW 03/03 Wiladeg Karangmojo Gunungkidul DIY, Senin, 09 November 2020, dia mulai bercerita secara jelas tentang koleksi wayang yang dimilikinya.

"Alasan saya mengoleksi wayang yang sudah sepuh berusia lebih dari 100 tahun adalah agar anak cucu kelak dapat mempelajari sejarah dengan melihat buktinya secara nyata. Tidak hanya tahu tentang ilmu dan filosofinya tetapi juga barangnya. Sebab saat sekarang ini sudah banyak bukti sejarah yang dikoleksi warga ataupun museum di luar negeri", jelasnya sambil menunjukkan salah satu wayangnya.





"Lebih dari 50 wayang sepuh (berumur lebih dari 100 tahun - Red) yang saya koleksi dari berbagai sumber. Bahkan ada yang dari era Kedu sebelum Mataram Islam", tambahnya.

Purwanto memiliki darah trah Cermo (sebutan dalang Keraton Ngayogyakarta - Red). Ki dalang Cermo Jiwandana adalah ayah kandungnya. Simbah dan simbah buyutnyapun seorang Cermo. Sejak kecil Purwanto telah terkondisikan dari lingkungan keluarga hingga menginjak dewasa betul-betul jatuh cinta dengan dunia pewayangan. Walaupun untuk melakukan pagelaran wayang kulit belum menemukan konsep dan momentum yang tepat. Namun karya tatah sunggih wayangnya, tatah kayu rancakan gamelan dan gawang kelir wayang sudah tergolong mumpuni. Banyak dalang kondang ataupun kolektor yang memesan pembuatan wayang, rancakan gamelan dan gawang kelir darinya.

"Saya sedang merencanakan sebuah pagelaran wayang dengan obyek wayang gedog dan wayang klithik. Tujuan saya agar generasi muda lebih mengenal khasanah seni budaya leluhur selain juga agar sejarah tidak terputus", ungkapnya menambahkan.


Dia berguru dan ngenger ke beberapa dalang dan penatah wayang yang sudah terkenal di masyarakat. Ki Hadi Sugito adalah yang terakhir dia ngengeri selama lebih dari 5 tahun sebelum beliau meninggal dunia.


(Redaksi)



Tonton Juga


Posting Komentar

0 Komentar